Dansektor 22 Kolonel Inf. Asep Rahmam Taufik Menggiring Pemerintah Untuk Membuat Pengelolaan Sampah Yang Ramah Lingkungan

Bandung. Mapolda.Com
Upaya Dansektor 22 Citarum Harum, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, dalam pembenahan kebersihan sungai yang merambah pada kebersihan lingkungan merupakan semangat kerja yang luarbiasa untuk menciptakan semua sungai berkarakter bersih dan sehat, Rabu (25/09/2019).

Hasil edukasi kepada masyarakat untuk merubah paradigma dalam pola hidup bersih dan sehat akan terwujud dengan modal awal menciptakan lingkungan yang bersih berikut sungainya. 

Dansektor 22, menggiring pemerintah untuk membuat pengelolaan sampah yang ramah lingkungan dan berkelanjutan mutlak dilakukan pada semua leading sektor pemerintahan mencakup masyarakatnya. 
Untuk itu diperlukan ketersediaan sarana-prasarana persampahan dan teknologi yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan guna meningkatkan daya tarik para pihak.

Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) di kawasan Dago Bengkok Kelurahan Ciumbuleuit Kecamatan Cidadap Kota Bandung, telah terwujud, kini melengkapi elemen TPS3R dengan menambah mesin dari bahan bakar etanol.

Etanol banyak digunakan sebagai pelarut berbagai bahan-bahan kimia yang ditujukan untuk konsumsi dan kegunaan manusia. Contohnya adalah pada parfum, perasa, pewarna makanan, dan obat-obatan. Dalam kimia, etanol adalah pelarut yang penting sekaligus sebagai stok umpan untuk sintesis senyawa kimia lainnya.

Menurut Dansektor 22, Kol. Inf. Asep Rahman Taufik, "Mesin pembakaran sampah menggunakan etanol lebih bersih daripada bahan bakar lain, yang secara otomatis dapat mengurangi emisi gas rumah kaca, serta lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya termasuk bensin, maka saya mencoba untuk digunakan di TPS3R ini" jelasnya.


"Sistem pengelolaan dan teknologi pengolahan sampah yang dimaksudkan sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di kawasan padat penduduk melalui TPS3R ini, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah tersebut." pungkas Dansektor 22.


Teknologi TPS3R adalah sistem pengolahan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah sampah dan pengayak kompos yang lebih efektif dan efesien. Hasil pengolahan sampah organik berupa kompos digunakan untuk pupuk tanaman hias dan herbal yang ditanam di lahan sekitar TPS untuk dijual. Selain itu untuk meningkatkan kualitas hasil pengomposan akan diterapkan teknologi kompos cacing (kascing). Hasil pengolahan tanki biodigester berupa gas akan digunakan untuk supply energi di warga sekitar TPS 3R. (Benny/Jpch)**
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Postingan Populer

Arsip Blog

Recent Posts